Saturday, August 20, 2011











Surabaya is the capital of East Java province and the biggest metropolitan city in Indonesia with the inhabitant approximately 3 million Peoples. Surabaya officially established in 1293. Surabaya well known as Heroic City , the date was taken from the glory of Raden Wijaya, the first king of Majapahit who against China troops. Surabaya is a metropolitan city in which have religious nuances, the community had the feeling of the high solidarity and the spirit of heroism that never knew surrendered.

Here if u want to download Surabaya Map : click here

Tips dan kiat dalam mencari beasiswa

Berburu beasiswa bisa disamakan dengan berburu pekerjaan. Teknik yang diperlukan dalam mencari pekerjaan agar “harga jual” kita terlihat lebih tinggi atau sesuai dengan kemampuan kita yang sebenarnya juga bisa diterapkan dalam mencari beasiswa. Layaknya saat kita melamar pekerjaan, kita perlu menunjukkan kemampuan diri kita yang sebenarnya di hadapan para juri, agar anda terpilih menjadi pemenang beasiswa. Dalam artikel ini, saya hanya akan membahas teknik menjual diri pada jenis-jenis beasiswa yang menggunakan metode penilaian based on documents saja. Untuk teknik wawancara dalam beasiswa saya tidak menguasainya, karena saya belum pernah mengikuti beasiswa metode tersebut.


Curriculum Vitae

Membuat riwayat hidup (Curriculum Vitae/CV) yang menarik dalam melamar pekerjaan tentu sebagian besar anda sudah tau. Hal yang serupa bisa anda terapkan dalam melamar beasiswa. Namun mayoritas CV tidak diperlukan sebagai sebuah dokumen resmi yang harus anda submit ke pengelola beasiswa/kampus. CV biasanya hanya digunakan untuk berkorespondensi dengan prospective supervisor, hal ini digunakan untuk menilai sejauh mana kemampuan anda dalam dunia akademik dan kesesuaian apa yang telah anda kerjakan dengan bidang riset yang Profeesor tersebut kuasai.

Sedangkan dalam aplikasi beasiswa biasanya telah disediakan formulir tersendiri yang sebenarnya berfungsi seperti CV, hanya saja lebih spesifik pada hal-hal yang berkaitan dengan dunia akademik yang dibutuhkan oleh kampus/pengelola beasiswa dalam menilai diri anda.

Untuk CV yang kita kirim kepada prospective supervisor, sebaiknya memuat tentang data diri anda yang mendasar (foto diri yang resmi, nama, alamat, nationality, nomor telpon, email, dll), riwayat pendidikan (sebaiknya dimulai dari pendidikan terakhir yang diterima), pengalaman pekerjaan, pengalaman riset (jika ada), penghargaan yang pernah diterima (termasuk beasiswa) dan yang terakhir adalah publikasi ilmiah yang kita miliki (termasuk skripsi dan thesis).

Ada banyak rupa format pembuatan CV akademik yang bisa anda temukan melalui Google, mungkin salah satunya yang umum adalah format Europass (digunakan sebagai standard Eropa), atau kalau ingin yang sederhana anda bisa menengok CV saya.

Research Plan

Sebagai seorang calon mahasiswa pascasarjana, anda perlu mengubah mindset anda, yakni pendidikan pascasarjana adalah pendidikan yang berorientasi riset. Sehingga dibutuhkan sebuah rencana studi/penelitian (research/study plan) yang baik sebelum memutuskan untuk menempuh jenjang pendidikan tersebut. Research Plan yang baik disusun secara terstruktur namun sederhana, sbb:

  1. Introduction/Background. Pada bagian ini, kita perlu mengindentifikasi permasalahan yang terjadi dan ingin kita tinjau lebih komprehensive secara ilmiah, lalu tunjukkan juga originalitas penelitian kita dibanding dengan penelitian yang serupa yang telah dilakukan.
  2. Methodology. Solusi pemecahan ilmiah atas permasalahan yang kita sebutkan pada bagian introduction/background perlu kita jelaskan secara singkat. Solusi inilah yang akan menjadi bagian inti dari pekerjaan/penelitian kita nanti. Periksa dengan baik bahwa metode yang anda lakukan ini original dan inovatif serta berbeda dengan yang sudah pernah dilakukan.
  3. Expected Results/Hypothesis. Berdasarkan metodologi yang kita ajukan dalam memecahkan permasalahan, maka kita tentunya mengharapkan agar persoalan yang kita ajukan di awal tadi dapat diselesaikan dengan baik. Nah, di bagian ini tunjukkan hal-hal apa saja yang anda harapkan dapat diselesaikan atau bahkan ditemukan dari penelitian yang akan dilakukan.
  4. References. Tuliskan beberapa rujukan yang telah anda baca dan menjadi dasar penelitian anda. Ingat, bahwa dalam dunia ilmiah, menuliskan referensi menjadi semacam “kewajiban” yang harus dipenuhi.

Secara sekilas, Research Plan hampir mirip dengan Thesis Proposal. Perbedaannya hanyalah pada Thesis Proposal tidak dibatasi jumlah halamannya, sedangkan Research Plan biasanya diwajibkan untuk ditulis hanya dalam 3-4 halaman saja. Oleh karena itu, penggunaan kosa kata yang singkat, jelas dan langsung menuju pada akar persoalan adalah penting agar apa yang kita maksud dapat termuat di dalamnya serta bisa dengan mudah dipahami oleh pembaca. Research Plan biasanya perlu disubmit bersamaan dengan dokumen aplikasi beasiswa yang lainnya.

Motivation Letter/Personal Statement

Menurut saya, tidak ada perbedaan antara motivation letter dan personal statement. Kedua-duanya sama-sama membutuhkan pernyataan latar belakang diri kita dan latar belakang kita mendaftar beasiswa tersebut, kemudian perlu juga kita menunjukkan harapan kita jika kita menerima beasiswa tersebut dan juga rencana kedepan kita setelah selesai menempuh studi.

Surat ini meski terlihat sepele tapi mempunyai arti yang penting bagi para juri beasiswa, karena biasanya mereka ingin tahu motivasi dan rencana kedepan kita, apakah kedua hal tersebut sesuai dengan misi dan visi pemberian beasiswa atau tidak, sehingga diharapkan ketika anda terpilih sebagai penerima beasiswa kelak akan memberikan kontribusi yang nyata sejalan dengan apa yang diharapan oleh pendonor beasiswa. Oleh karenanya, pastikan bahwa anda memahami visi dan misi lembaga pemberi beasiswa, lalu pastikan juga bahwa hal tersebut sejalan dengan harapan dan impian anda. Contoh motivation letter bisa anda cari dengan mudah di internet, atau silahkan baca motivation letter saya.

Brief Description of Academic Achievements

Mungkin anda baru mendengar dokumen ini, saya membuat dokumen ini saat melengkapi aplikasi beasiswa Monbukagakusho U to U di Kyoto University. Setelah mencoba mencari-cari referensi tentang dokumen ini sebelumnya di internet, dan menggabungkan dengan pemahaman pribadi saya tentang dokumen ini, akhirnya saya menyelesaikannya.

Menurut pemahaman saya, brief description of academic achievements itu menjelaskan tentang apa saja prestasi akademik yang telah kita capai selama ini. Saya menuliskan prestasi akademik yang pernah saya raih dari sejak SD hingga tingkat Master, kenapa saya menuliskannya sejak dari SD? karena beasiswa Monbukagakusho mensyratkan adanya minimum jenjang pendidikan yang harus kita tempuh yakni minimal 16 tahun untuk bisa mendaftar jenjang Doktoral, jika kurang dari itu maka akan secara otomatis gugur. Berbagai penghargaan/ranking yang pernah saya capai sewaktu sekolah dan kuliah saya jelaskan dengan singkat dan padat. Begitu pula pengalaman organisasi dan publikasi ilmiah yang saya miliki turut serta saya tulis, namun hanya secara sederhana dan singkat saja. Contoh brief description of academic achievements yang pernah saya submit saat mendaftar beasiswa Monbukagakusho U to U di Kyoto University bisa dilihat di sini.

Cara menggunakan hena pada kulit


Ya ampuuun udah ga kerasa setahun ga ngeblog,,huhu kangen banget nulis nulis..
oke sekarang langsung aja ke topik utama :)

Karena sekarang gue lagi demam ama henna so i wil try to post how to use henna okay ;P

1.Pegang cone/kerucut ditangan kanan, dengan lembut tekan isi ke tangan/ kaki utk membuat pola yg diinginkan.

2.Usahakan tangan/kaki pada posisi horizontal dan biarkan Mehndi/Henna mengering.

3.Utk mencegah Mehndi/Henna kering dan rontok terlalu cepat dan utk mendapatkan hasil warna yg lebih gelap, campur 3 sendok air lemon dan 1 sendok gula, aduk rata, pada saat hampir kering, ambil kapas/tissue/cotton bud celupkan dalam campuran tadi, dan oleskan pada Mehndi/Henna di tangan/kaki. Lakukan 2-3 kali. Hati-hati jangan sampai merusak desain Mehndi/Henna yg dipasang. Bisa juga menggunakan semprotan yg diisi campuran tadi.

4.Utk mendapatkan hasil warna yg lebih gelap, sebelum melepas Mehndi/Henna, didihkan air pada panci atau ketel sehingga keluar uap. Uapi area tangan/kaki yg dipasang Mehndi/Henna. Bisa juga menggunakan panas dari hair dryer.

5.Idealnya Mehndi/Henna dilepas setelah 6-12 jam (bisa dipasang malam sebelum tidur), namun bisa juga dilakukan setelah 2-4 jam, untuk melepas Mehndi/Henna jangan gunakan air apalagi sabun, gunakan paper towel /vegetable oil(corn,olive,canola)/air lemon, gosok dan lepas perlahan Mehndi/Henna yg sudah kering di tangan/kaki sampai bersih.

Setelah Mehndi/Henna dilepas, akan tinggal warna orange-kuning di kulit, warna ini akan berubah semakin gelap (ber oksidasi ) menjadi reddish-brown (coklat kemerahan) dalam waktu 48 jam.

Warna akhir akan tergantung pada sifat kimia di kulit/tubuh pemakai, warna lebih gelap didapat jika dipasang di tangan dan kaki.

Hindari kontak dengan air sedapat mungkin selama 24 jam pertama setelah Mehndi/Henna dilepas, karena bisa mengganggu proses oksidasi dan penggelapan dari Mehndi/Henna.

okay thats all what i can write,, hope it will be usefull,, see ya to next post! :D

Monday, July 19, 2010

Biomedical Engineering



Biomedical engineers develop devices and procedures that solve medical and health-related problems by combining their knowledge of biology and medicine with engineering principles and practices. Many do research, along with medical scientists, to develop and evaluate systems and products such as artificial organs, prostheses (artificial devices that replace missing body parts), instrumentation, medical information systems, and health management and care delivery systems. Biomedical engineers also may design devices used in various medical procedures, imaging systems such as magnetic resonance imaging (MRI), and devices for automating insulin injections or controlling body functions. Most engineers in this specialty need a sound background in another engineering specialty, such as mechanical or electronics engineering, in addition to specialized biomedical training. Some specialties within biomedical engineering are biomaterials, biomechanics, medical imaging, rehabilitation engineering, and orthopedic engineering.

Biomedical engineering is a highly interdisciplinary field, influenced by (and overlapping with) various other engineering and medical fields. This often happens with newer disciplines, as they gradually emerge in their own right after evolving from special applications of extant disciplines. Due to this diversity, it is typical for a biomedical engineer to focus on a particular subfield or group of related subfields. There are many different taxonomic breakdowns within BME, as well as varying views about how best to organize them and manage any internal overlap; the main U.S. organization devoted to BME divides the major specialty areas as follows:


How do biomedical engineers differ from other engineers?

Biomedical engineers must integrate biology and medicine with engineering to solve problems related to living systems. Thus, biomedical engineers are required to have a solid foundation in a more traditional engineering discipline, such as electrical, mechanical or chemical engineering. Most undergraduate biomedical engineering programs require students to take a core curriculum of traditional engineering courses. However, biomedical engineers are expected to integrate their engineering skills with their understanding of the complexity of biological systems in order to improve medical practice. Thus, biomedical engineers must be trained in the life sciences as well.

Is biomedical engineering right for you? Scientist? Engineer? Teacher? CEO? Manager? Salesperson?

A university degree in biomedical engineering will prepare you for all of these professions and more. Biomedical engineers use their expertise in biology, medicine, physics, mathematics, engineering science and communication to make the world a healthier place. The challenges created by the diversity and complexity of living systems require creative,
knowledgeable, and imaginative people working in teams of physicians, scientists, engineers, and even business folk to monitor, restore and enhance normal body function. The biomedical engineer is ideally
trained to work at the intersection of science, medicine and mathematics to solve biological and medical problems.


What do biomedical engineers do?

Perhaps a simpler question to answer is what don’t biomedical engineers do? Biomedical engineers work in industry, academic institutions, hospitals and government agencies. Biomedical engineers may spend their days designing electrical circuits and computer software for medical instrumentation. These instruments may range from large imaging systems such as conventional x-ray, computerized tomography (a sort of computer enhanced three-dimensional x-ray) and magnetic resonance imaging, to small implantable devices, such as pacemakers, cochlear implants and drug infusion pumps. Biomedical engineers may use chemistry,physics, mathematical models and computer simulation to develop new drug therapy. Indeed a considerable number of the advances in understanding how the body functions and how biological systems work have been made by biomedical engineers. They may use mathematical models and
statistics to study many of the signals generated by organs such as the brain, heart and skeletal muscle. Some biomedical engineers build artificial organs, limbs, knees, hips, heart valves and dental implants to replace lost function; others are growing living tissues to replace failing organs. The development of artificial body parts requires that biomedical engineers use chemistry and physics to develop durable materials that are compatible with a biological environment.
Biomedical engineers are also working to develop wireless technology that will allow patients and doctors to communicate over long distances. Many biomedical engineers are involved in rehabilitation–designing better walkers, exercise equipment, robots and therapeutic devices to improve human performance. They are also solving problems at the cellular and molecular level, developing nanotechnology and micromachines to repair damage inside the cell and alter gene function. Biomedical engineers are also working to develop three-dimensional simulations that apply physical laws to the movements of tissues and fluids. The resulting models can be invaluable in understanding how tissue works, and how a prosthetic replacement, for example, might work under the same conditions. Some biomedical engineers solve biomedical problems as physicians,
business managers, patent attorneys, physical therapists, professors, research scientists, teachers and technical writers. While these careers often require additional training beyond the bachelor’s degree in biomedical engineering, they are all appropriate careers for the person trained in
biomedical engineering. Sometimes electrical, mechanical, computer, or other types of engineers may find themselves working on bioengineering related problems. After a few years, they may have so much biomedical related expertise that they can be considered biomedical engineers.

Tuesday, July 13, 2010

Typing Arabic Font in Microsoft Word

If you want to type Arabic in Microsoft Word 2007 may still feel difficulty, since it by default, MS Word only be able to type in an international language, its is like A - Z.Sometimes in daily activities we need to type in Arabic. Whether it's for their own activities or to other people's needs and orders.
So that you can use MS Word for typing Arabic necessary steps as follows:


  1. Prepare your arabic fonts, if you do not have please DOWNLOAD HERE.
  2. Install the arabic fonts to your computer earlier, in an accessible way that is: [copy] arabic font earlier, then open the control panel and then [Paste] in the [fonts]. then the font will be automatically installed in your computer.
  3. Return to [Control Panel], select and open the [Regional and Language Options]













4. In the dialog box that appears select the [Languages].
5. Check the box "Install files for complex script and right-to left languages [including Thai]", there appears a dialog box, and just hit OK.











6. Tab [advanced], put a check in the box for "10 004 (MAC-Arabic)." Click Apply and OK.


















7. Dialog box appears that asks us to enter our Windows CD.

8.Insert the Windows CD into the CD our room and press OK, then Windows will automatically copy the required files. Once completed if there are commands to be restarted, just let it do.










9. After the restart, return to the [Regional and Language Options], click on languages tab [details] appears dialogs boxes [Text Services and Input Languages].

10. In [the installed services] select [add]. Then select the input language on "Arabic (Saudi Arabia)" in the dialog box that appears. click Apply and OK.



















11. Make sure your bar language has been appeared.





12. If you've tried to open MS Word 2007, and then click Language bar icons in the task bar and select [AR Arabic (Saudi Arabia)].

13. To set the number let me be Arabic, Sign on the word options, by clicking [office button] on the top left of your MS Word, then select [Word options].

14. Select [Advanced], scroll down to the [show content document]. At the option [Numeral] replace Arabic with Context. Click [OK]









15. Done.

For easier typing is recommended to use special keyboard with Arabic keypad, Or you can also mark the keys on the keyboard with Arabic characters that appear when the button on the press.

Well ..... now, I say "Congratulations to type in Arabic".
And thank you for patience in reading this tutorial because it's a little long, hopefully useful.
J